Cerita Bokep Berhubungan saat sedang haid
Cerita 18+, Cerita Bokep, Cerita Sex, mama kandung, sedarah binal, Cerita 18+, Cerita dewasa, Cerita Sange, Cerita sex, Fantasi, mama kandung, sedarah, Viral
ceritasange.com – mama masuk rumah sakit, semalam mama muntah2 dan buang2 air sampai keluar darah. aku dapat berita ini dari kakak perempuan ku rina. mama dan papa selama ini memang tinggal di rumah rina.
aku langsung pergi ke rumah sakit dengan motor ku. aku punya mobil, tapi mending aku pakai motor saja, karena untuk menghindari macet di jalan raya di jam siang ini.
saat tiba di rumah sakit, aku bertemu dengan kakak ku rina, tapi mama sedang tidur. badan mama tertutup selimut. rambut nya terurai lepas di atas bantal. rambut mama sudah banyak uban nya. muka nya pucat dan tangan nya di infus.
“udah mendingan, ga muntah2 lagi, mencret, juga cuma sekali2 aja dan kotoran nya ga bercampur sama darah” kata rina kakak ku.
“kata dokter, apa sakit mama, kok buang2 air sampai keluar darah?” tanya ku pada kakak ku
“hasil nya belum keluar, mungkin nanti sore”
mama di tempatkan di kamar vip. wajarlah, karena kaka ku rina cukup kaya. suami nya pengusaha. tapi jangan di tanya waktu mereka baru menikah. mereka tinggal di kontrakan yang sempit dan kumuh.
walau begitu, bagaimana pun juga biaya rumah sakit mama harus kami tanggung bersama. lain cerita kalao rina yang mau nanggung sendiri.
papa dan mama punya 5 anak. rina yang paling besar, lalu hardi, rudi, aku lalu tania. aku adalah anak satu2 nya yang belum berkeluarga. umur ku sudah 30 tahun. umur rina 40 tahun, hardi 36 tahun, rudi 33, dan tania masih 27 tahun.
aku bertemu dengan papa mama hanya setahun sekali, karena kesibukan ku dan rumah rina yang jauh. hardi, rudi, dan tania juga sama, karena mereka tinggal di luar kota.
aku memegang tangan mama yang berada di luar selimut. dingin. mama membuka mata nya
“andi, ma” kata kakak ku, rina pada mama
“kamu engga kerja ndi?” tanya mama, suaranya normal seperti tidak sedang sakit.
“engga ma”
“mamah engga betah ndi, mama kayak di kurung, mama mau pulang aja, pulang ke rumah kamu” kata mama
aku meremas pelan tangan mama “sabar ya ma, tunggu bentar lagi ya gimana nanti hasil dari dokter”
rina mengelus rambut mama “nanti malam, mama bakal di temani sama andi, biar mama bisa melepaskan rindu sama andi, ya ma?”
“tapi kamu kurusan ya ndi?” kata mama melihat ku
“andi kurusan lebih ganteng ma, dari pada agus, pertu nya gendut udah kaya hamil 9 bulan” kata rina
soalnya sudah sukses. dulu kurus nya kaya lidi, aku punya cerita sendiri tentang agus, kakak ipar ku.
waktu dia pacaran dengan kakak ku rina di rumah, aku sering ngintip. waktu itu umur ku masih 15 tahun. kalau agus tau papa dan mama aku tidak di rumah,dia sering mengajak rina bermain sex di sofa.
agus dan rina telanjang bulat. tapi mereka tidak bersetubuh. mereka hanya membentuk posisi 69 di sofa. agus menjilat memek rina sampai rina orgasme, sedangkan rina mengisap titit agus. sampai sperma nya keluar. sementara aku asik beronani ria seperti sedang menonton bokep.
makanya aku tau seberapa panjang titit nya agus dan bagaimana bentuk memek nya rina dan tetek nya. titit nya agus tidak lebih dari 12 senti panjang nya kalau lagi tegang, sedangkan memek rina gak ada bulu nya dan tetek nya kecil.
malahan seakrang, semakin kecil. hanya menonjol sedikit saja di kaos nya yang aku lihat. anak rina ada 3
pada kesempatan ini kami akan makan siang bersama di restoran yang ada di kompleks rumah sakit itu, aku sengaja ngajak rina duduk di pojok. sambil menunggu pesanan kami datang, aku menyinggung masalah dia berpacaran dengan agus.
“aku punya cerita kak”
“oh ya? cerita apa?”
“jadi kalau papa mama engga di rumah, aku sering ngintip kakak sex sama mas agus di sofa”
“HAAA??!!!” kak rina kaget sampai matanya melotot.
“bener kak aku engga boong, aku belajar sex itu ya dari kalian”
“apa yang kamu liat?”
“kakak sering mengisap titit nya mas agus kan? terus mas agus sering jilati memek nya kakak kan?”
kakak mencubit paha ku ” jangan kenceng2 ngomong nya, nanti kedengeran orang”
“tai lalat di badan kakak , ada dimana aja, aku tau posisi nya, di lipatan paha sebelah kanan, dekat bibir memek sama di payudara sebelah kiri, bener engga?”
“cerita nya sekarang, mau ngapain kamu?” tanya kak rina.
“tadi kaka bilang perut mas agus gendut, ga tau kenapa tiba2 aku kangen sama memek kakak sama tete nya kakak”
“tete aku udah kecil gini kenapa di kangenin? tuh liat, mana ada lagi?”
aku menjulurkan tangan ku ke arah dada nya “awas, liat dulu ada orang engga!”
aku menyusupak tangan ku ke dalam kaos kak rina, dia menghadap ke kaca. di depan kaca, ada sebuah tama kecil. aku menyusupkan tangan ku ke dalam BH kak rina. tetek nya kecil dan sudah kendor, hanya puting nya saja yang besar dan tegang saat aku usap dengan jari tangan ku.
aku tidak berani yang lain, karena pesanan kami datang. kami akan makan dengan diam. selesai makan, kak rina yang membayar. lalu dia menggandeng tangan ku keluar dari restoran.
sambil menunggun lift terbuka, kak rina berbisik di telinga ku “sorry ya say, hari ini aku bleum bisa, aku lagi mens”
karena kak rina sudah terbuka dengan ku, di dalam lift, aku mencoba meremas selangkangan nya yang terbungkus dengan celana panjang. selangkangan kak rina memang tebal
“ya kan, masa aku boong sama kamu sih? tenang aja kalau udah bersih nanti aku kasih ke kamu”
mamah masih tidur saat kami tiba di kamar mama. aku menarik tirai menghalangi tempat tidur mama, lalu aku menarik kak rina ke balik tirai.
kak rina termasuk wanita yang cantik, padahal mama pas muda tidak begitu cantik. aku mengecup bibir nya. lalu aku membuka resleting celana panjang ku. aku mengeluarkan titit ku yang sudah tegang dari balik celana dalam ku.
“ahhh say besar banget titit kamu” desah kak rina menggenggam titit ku dengan telapak tangan nya yang halus dan hangat.
“aku kocok ya?”
“silahkan!”
kak rina pergi sebentar, lalu dia kembali lagi sambil membawa lotion. dia menuang lotion ke telapak tangan nya, kemudian meratakan nya di sepanjang titit ku. setelah itu, dia mengocok titit ku sambil berdiri.
saat sperma ku sudah hampir keluar, aku menurunkan resleting celana panjang kak rina. dia tidak menolak nya. mungkin dia juga sudah terangsang. dia malah melepaskan celana panjang nya. celana dalam nya kecil berwarna merah.
aku mencoba menurunkan celana dalam nya, dan dia juga tidak menahan nya. dan terlihat pembalut merekat di celana dalam kak rina. pembalut yang berwarna putih dan sudah kempes akibat terjepit oleh paha nya, penuh dengan darah berwarna hitam. kak rina berusaha memuaskan ku dengan menggosok2 kan kepala titi ku ke balahan memek nya.
kenikmatan segeran menyerang badan ku. tanpa berpikir panjang lagi, aku membaringkan kak rina ke lantai yang keras dan dingin, dan lagi2 dia tidak menolak nya. malaj dia menekan titit ku ke lubang memek nya
aku langsung saja mendorong titit ku masuk ke dalam lubang memek nya kak rina yang basah tanpa kesusahan, lalu aku menggenjot lubang memek nya kak rina. dari bawah, kak rina mengayunkan pantat nya naik turun sambil kami berciuman bibir.
beberapa saat kemudian, sperma ku keluar di dalam lubang memek nya kak rina semprotan yang kencang. sampai kak rina menarik nafas panjang.
setelah aku selesai, kami berpelukan. tapi kemudian saat aku cabut titit ku dari lubang memek nya kak rina, titit ku berlumuran darah haid kak rina, bahkan sperma ku yang meleleh keluar dari lubang memek nya kak rina bercampur dengan darah.
pengalaman yang tidak akan aku lupakan seumur hidup ku, aku bersetubuh dengan kakak kandung ku sendiri saat dia sedang menstruasi.
aku pulang ke rumah setelah beberapa saat aku selesai sex dengan kak rina.
pada malam hari nya aku balik lagi ke rumah sakit, ada mas agus di kamar mama. aku jadi kaku saat ngobrol dengan mas agus, karena aku merasa bersalah sudah menyutubuhi istri nya. untung rina cepat mengajak mas agus pulang, karena dia sudah capek,lemas,letih,lesu.
sekarang di ruang rawat hanya tinggal aku dan mama yang sedang berbaring di kasur. aku menarik kursi duduk di samping mama. sebentar kemudian datang dokter dan seorang perawat memeriksa mama.
“kalau besok hasil lab sudah bagus, sore ibu sudah boleh pulang ya” kata dokter pada mama
“hasil pemeriksaan sementara bagaimana dok?”
“tekanan darah noraml dan detak jantung juga bagus. semalam, ibu kamu keracunan makanan, mungkin ibu kamu makan makanan yang sudah di hinggapi lalat” kata sang dokter
“sekarang,infus ibu kamu kami lepaskan ya? mudah2 an engga apap sampai besok”
“tuh sekarang mama bebas, engga kayak di penjara lagi kan?”
“iyaa, mama sudah sehat, kenapa engga pulang sekarang aja?”
“sabar ma”
“kapan kamu mau nikah ndi? apa mau tunggu mama sekarat baru kamu mau nikah?”
aku kaget mendengar pertanyaan mama yang tiba2
“berikan andi waktu ya ma, menikah itu bukan hanya untuk 1 atau 2 jam, tapi untuk seumur hidup andi”
“kamu mau wanita yang seperti apa?”
“Sabar… cantik seperti Mama.”
Mama tersenyum. Saya memandang bibirnya. Bibir yang pucat dan kering. Mungkin bibir itu sudah tidak berarti baginya. Mama sudah tua, sudah 67 tahun. Pasti sudah menganggur, tidak dipakai berciuman dengan Papa lagi. Mungkin bermain seks juga sudah tidak pernah. Usia Papa sudah 70 tahun.
“Ma, coba bibir Mama ini dipakaikan lipstik, pasti indah lagi deh,” kata saya mengelus bibir Mama dengan jari telunjuk saya.
“Nggak. Mama sudah tua. Malu.”
“Hmmm… Mama…”
Pelan-pelan saya mendekatkan bibir saya ke bibir Mama. Mama tidak menggeser sesenti pun bibirnya, malah ia memejamkan mata. Saya memberanikan diri mengecup bibir Mama.
Cupp…
Pada saat yang sama, bibir Mama membalas kecupan saya. Saya tidak mau menunggu lagi. Saya mengulum bibir Mama. Mama menyedot bibir saya seperti ia lagi terangsang. Saya juga menyedot bibir Mama.
Mama menjulurkan lidahnya keluar. Saya mengisap lidah Mama. Tangan saya menyingkirkan selimutnya. Lalu saya menyusupkan tangan saya masuk ke dalam pakaian rumah sakitnya. Mama tidak memakai BH. Tangan saya segera menjamah payudara Mama yang besar tapi sudah kendor. Saya meremas payudara Mama. Mama menghisap bibir saya dan putingnya yang kecil menegang!
Saya semakin nekat. Kini, kepala saya pindah ke dadanya. Puting Mama saya jilat dengan lidah. “Oooo… andiiii…iihh…“ Mama mendesah dan menggelinjang.
“Geli ya, Ma?”
“Hati-hati, ini rumah sakit. Kalau suster tiba-tiba masuk, bagaimana?”
“Sudah jam 10 malam, Ma. Suster nggak akan masuk lagi. Kamar ini jadi milik kita berdua, Ma.”
Tangan saya meraba ke bawah. Oh, ternyata Mama memakai pempers. “Lepaskan saja pempers Mama, ndi.” kata Mama.
“Kalau Mama mencret lagi nanti?” tanya saya.
“Nggak. Mama nggak betah. Ditutup rapat begitu, panas!” jawab Mama.
Lalu saya melepaskan pempers Mama. Karena baru pertama kali melepaskan pempers, saya melepaskannya dengan susah payah.
Setelah pempersnya terlepas, saya melihat selangkangan Mama yang telanjang.
Bulu kemaluan Mama hanya beberapa helai, warnanya pirang. Bibir vaginanya berlipat masuk ke dalam, sehingga bentuk vagina Mama hanya seperti sepotong celah berbentuk memanjang. Warnanya coklat. Saya begitu terangsang dibandingkan tadi saya menyetubuhi rina.
Apakah kamu tega menyetubuhi Mamamu yang sudah berumur 67 tahun, tanya hati kecil saya.
“Mama membawa celana dalam, nggak?” tanya saya.
“Nggak tau tuh rina. Coba kamu cari di tas!” suruh Mama.
Saya menutupi selangkangan Mama yang telanjang dengan pakaiannya, lalu membongkar tas di lantai. Ternyata nggak ada celana dalam Mama, melainkan saya menemukan celana dalam rina dan beberapa pembalut yang baru, serta selembar sarung.
“Nggak ada, Ma! andi pakaikan lagi pempersnya ya, Ma?”
“Nanti saja, biar lega dulu.” jawab Mama.
Kemudian saya membawa sarung ke kamar mandi. Saya melepaskan celana panjang dan celana dalam saya, lalu saya memakai sarung. “andi tidur ya, Ma? Kalau Mama kedinginan, bangunin andi, ya?” kata saya.
“Sini, tidur sama Mama!” ajak Mama.
“Tempat tidurnya sempit, Ma!”
“Sebentar,” kata Mama.
Saya menyambar lotion yang ditinggalkan rina di meja. Saya naik ke ranjang Mama, menyembunyikan lotion di bawah bantal, lalu saya memeluk Mama. “andi cium bibir Mama lagi, boleh Ma?”
Mama memejamkan mata.
Saya langsung menyambar bibir Mama untuk saya cium. Bibir saya dan bibir Mama kembali saling menyedot. Tangan saya meremas payudara Mama. Mama tidak menolak, lalu tangan saya berpindah ke selangkangannya yang telanjang. Saya mengelus depan vagina Mama dengan telapak tangan saya.
Mama tidak menepis tangan saya. Saya segera memindahkan kepala saya ke selangkangan Mama. Vagina Mama saya jilat dengan lidah. Mama menggelinjang.
Kembali saya mencium bibir Mama sambil saya oleskan lotion ke penis saya yang tegang, lalu lotion juga saya oleskan di lubang vagina Mama. Terus, saya tekan penis saya ke lubang vagina Mama.
Mama menyedot bibir saya dalam-dalam saat penis saya meluncur masuk ke dalam vaginanya. “Sakit ya, Ma?” tanya saya.
“Nggak, teruskannn…!” desah Mama.
Karena penis saya sudah terbenam semua di dalam vagina Mama, kemudian saya mengayun pantat saya maju-mundur sehingga penis yang bergerak keluar-masuk menggesek dinding vagina Mama.
“Enak, Ma?”
“Mmmm…”
“Mama pengen andi keluarkan di dalam apa di luar?”
Saya terus mengayun penis saya di vagina Mama. Lambat laun, tubuh saya pun mengejang. “Oohh… Mama, andi mau keluarr, Maaa… oooooo… ” saya menekan penis saya sedalam mungkin ke lubang vagina Mama.
Crroott….
Crroott…
Crrooott….
Air mani saya menyembur di dalam vagina Mama. Sangat kencang. Pasti kena rahim Mama yang sudah tertidur sekian lama. Aku memeluk Mama, aku mencium bibirnya.
Lalu pelan-pelan saya menarik penis saya keluar dari lubang vagina Mama yang basah kuyup dengan air mani saya.
Saya menyeka air mani yang meleleh keluar dari lubang vagina Mama dengan tissu. Merapikan pakaiannya dan menutup tubuh Mama dengan selimut.
“Tidur nyenyak ya Ma dan mimpi yang indah,” kata saya.
Pagi-pagi buta sekali lagi saya naik ke tubuh Mama menyetubuhinya.
Pukul 06:30 perawat datang hendak memandikan Mama. Saya diminta keluar dari ruangan. Saya tertawa dalam hati. Nggak tau dia, apa yang telah saya lakukan dengan Mama semalam.
ooo0ooo
rina tiba di kamar Mama sekitar jam 8 pagi. Saya sedang menyuap Mama sarapan. Mama tampak biasa-biasa saja, padahal semalam kami berciuman dan kami bersetubuh sampai 2 kali.
“Mama hari ini boleh pulang. Mau pulang kemana, Ma? Jadi, ke rumah andi?” tanya Kak rina pada Mama.
“Siapa takut ya, Ma?” kata saya menggoda Mama.
Kami berpelukan bertiga di tempat tidur. Saya di tengah mendapat ciuman pipi dari Mama dan Kak rina. “Semalam, Mama nggak diapa-apain sama andi, kan?” tanya Kak rina.
Mama tersenyum penuh arti. Mana Mama berani membuka rahasianya pada Kak rina?
Kak rina yang melunasi semua biaya rumah sakit Mama. Nanti di rumah saya, Kak rina akan memandikan Mama dengan air kembang. Apa artinya, saya tidak tahu, saya ikuti saja.
Kak rina mengenakan celana pendek dan tanktop tanpa BH. Ia tampak begitu sexy. Kedua puting payudaranya mencuat di atas tanktop kuning muda yang dikenakannya. Tangan saya rasanya sangat gatal. Puting Kak rina ingin saya jumput dengan jari jemari saya, lalu dipelintir.
Mama memakai kain, duduk di bangku. Sedangkan saya mengenakan celana boxer dan kaos tanpa lengan. Lalu saya dan Kak rina bergantian menyiram air kembang ke atas kepala Mama. Acara siraman selesai. Sewaktu Mama berdiri dari duduknya, tiba-tiba upss… kain Mama melorot ke bawah!
Saya dan Kak rina langsung tertawa terbahak-bahak melihat tubuh Mama yang telanjang. Mama hanya mesem. Kak rina mengambil handuk menutupi tubuh Mama. Mama melangkah keluar dari kamar mandi.
Saya memeluk Kak rina dan mencium bibirnya. Tak perlu lama kami melepaskan pakaian kami masing-masing. Setelah itu saya duduk di atas penutup toilet. Kak rina berdiri mengangkang di atas kedua paha saya. Kemudian ia menurunkan selangkangannya sambil memegang penis saya yang berdiri tegak mengarah ke lubang vaginanya.
Sleeppp…. penis saya tenggelam di dalam lubang vagina Kak rina. Setelah itu, tanpa menunggu lagi, Kak rina menggerakkan pantatnya naik-turun mengocok penis saya yang terbenam di dalam lubang vaginanya yang licin dan basah sembari kedua tangannya memegang pundak saya. Kami melakukan quick sex.
Sebentar saja air mani saya sudah menyembur di dalam vagina Kak Nisa. Sheerrr…. shheerr… shheerr…. Kak Nisa memeluk saya membiarkan air mani saya menyembur-nyembur di dalam vaginanya. Kami berciuman.
Setelah itu saya buru-buru membersihkan tubuh saya, sementara Kak rina mandi. Setelah itu, saya menengok Mama di kamar. Mama duduk di tempat tidur belum berpakaian. Ia menggosok kakinya dengan lotion. Pahanya terbuka.
Saya membuka lebar paha Mama. Mama berbaring, kemudian saya segera mengeluarkan lidah saya menjilat vaginanya. Beberapa saat saya menjilat, tangan Mama mencengkram kuat rambut saya. Kedua pahanya kaku.
“Ooooggghhh…. ooooghhhh…. “ rintih Mama dengan suara tertahan-tahan.
Mama orgasme!
Saya membiarkan Mama berbaring di tempat tidur, karena ada Kak rina, tidak memungkinkan saya menyetubuhi Mama. Saya duduk di kursi menyalakan televisi.
Kak rina keluar dari kamar mandi dengan tubuh berbalut handuk. Ia langsung masuk ke kamar. Sebentar kemudian, hidung saya tercium bau minyak kayu putih. Saya mencoba membuka sedikit pintu kamar melihat ke dalam. Ternyata Kak rina menggosok punggung Mama dengan minyak kayu putih. Mama telanjang.
Saya melangkah masuk ke kamar dan dengan nakal, saya menarik lepas handuk dari tubuh Kak rina. Kak rina mengejar saya. Saya membiarkan ia menangkap saya dan menelungkupkan saya di tempat tidur.
“Kita kerjain ramai-ramai, Ma!” kata Kak rina menarik lepas celana boxer saya, lalu menelentangkan tubuh saya.
Penis saya berdiri tegak menghadap ke langit-langit kamar. “Mau diapain nih, Ma?” tanya Kak rina memegang penis saya.
Mama tersenyum. Saya menarik tubuh Mama yang telanjang dalam pelukan saya. Kak rina mulai menghisap penis saya. Saya pun segera menghisap puting Mama yang tegang.
Sleepp… penis saya yang licin meluncur masuk ke liang vagina Mama. Kak rina tersenyum. Ia membiarkan Mama menggoyang penis saya, sementara Kak memakai BH dan celana dalam, lalu membawa celana panjang dan blousenya keluar dari kamar.
