Cerita Bokep nafsu ke anak tetangga
Cerita 18+, Cerita Bokep, Cerita Sex, SMP binal, Cerita 18+, Cerita dewasa, Cerita Sange, Cerita sex, Fantasi, SMP, Viral
ceritasange.com – minggu sore hampir jam 4 sore. setelah menonton video porno dari pagi titit ku tidak mau di ajak kerja sama. titit ku ini ingin langsung di masukkan ke dalam memek. masalah nya, rumah lagi kosong. istri ku pulang kampung sejak kemarin sampai 2 hari, karena ada kerabat nya yang menikah kan anak nya.
anak tunggal ku ikut istri ku. aku mencoba menenangkan diri dengan mandi, lalu berbaring di ranjang. tapi titit ku tetap tidak mau berkurang ereksinya. malah terasa berdenyut2 bagian pucuk nya. aku bangun dari baringan ku dan ke ruang tengah. mengambil segelas air es lalu menghidupkan TV. lumayan tegang nya sudah mereda. tapi saat ada video klip musik barat agak vulgar. titit ku kembali berdenyut2.
sempat terpikir untuk jajan saja, tapi takut ketularan HIV yang belum ada obat nya sampai sekarang. ku ingat2 kapan terakhir kali titit ku di pakai untuk mengentot istri ku. ya 3 hari lalu. pantas saja sekarang titit ku uring2 an tidak karuan. soalnya 2 hari sekali harus masuk kandang, sekarang sudah minta jatah.
sambil terus berusaha menenangkan dirim aku duduk2 di teras depan membaca koran pagi yang belum tersentuh.
tiba2 pintu pagar bunyi di buka orang. refleks aku mengalihkan pandangan ku ke arah suara itu. rina anak tetangga mendekat.
“sore om, tante nya ada ga?”
“soree, ohh tante kamu lagi pulang kampung sampe lusa, kenapa?”
“aduhh gimana ya”
“sini duduk dulu, baru ngomong ada keperluan apa” kataku.
ABG berusia sekitar 15 tahun itu masuk ke dalam. dia duduk di kursi kosong sebelah ku.
“nah ada perlu apa kamu sama tante kamu? siapa tau om bisa bantu”
“ini om, tante janji mau minjemin majalah terbaru”
“majalah apa sih?”
“apa aja om, pokoknya yang terbaru om”
“ohh yauda kamu masuk aja pilih sendiri ya”
ku taro koran dan masuk ke ruang dalam. dia agak ragu2 mengikuti ku. di ruang tengah aku berhenti
“kamu cari sendiri aja ya di rak bawah di TV itu”
kemudian aku duduk di sofa. rina segera jongkok dan mencari majalah di situ. pikiran ku mulai usil. kulihati banda nya dari belakang. bentuk nya sangat bagus untuk ABG seusia nya. pinggul nya padat berisi. bra nya membayang di baju kaos nya. kulit nya putih bersih. asik kayanya kalau bisa menikmati badan nya yang sudah mulai berkembang itu.
“engga ada om, ini lama semua”
“emmm mungkin ada di kamar tante kamu, cari aja di sana”
selama ini aku tidak begitu memperhatikan anak itu meski sering main ke rumah ku. tapi sekarang, ketika titit ku uring2 an tiba2 baru ku sadari anak tetangga ku itu seperti buah mangga yang sudah mulai mengkal. mata ku mengikuti rina yang tanpa sungkan masuk ke kamar tidur ku. dan setan pun berbisik di telinga ku seperti ini adalah sebuah kesempatan yang tidak boleh di sia2 kan, tapi dia masih kecil dan aku tidak memperdulikan nya, yang ku pikirkan hanya yang penting nafsu birahi ku bisa terlampiaskan.
akhir nya aku bangun menyusul rina. di dalam kamar ku lihat anak itu sedang jongkok membongkar majalah di sudut. pintu kamarr ku tutup dan kunci pelan2 agar tidak ketahuan rina
“sudah ketemua belum rina?”
“belum om”
“mau liat video bagus enga kamu?”
“video apa om”
“film nya bagus kok, ayo duduk sini”
gadis kecil itu tanpa curiga langsung berdiri dan duduk di pinggir ranjang. aku memasukkan CD dan menghidupkan TV kamar
“film apa sih om?”
“liat aja pokonya bagus kok” kata ku sambil duduk di samping nya. dia tetap tenang dan tidak curiga sama sekali
“ihhh” jerit nya saat melihat intro berisi potongan2 adegan orang sedang ngentot
“bagus kan?”
“ihh ini kan film porno om?”
“iyaa kamu suka kan?”
dia terus ih ih saat adegan berlangsung, tapi tidak berusaha memalingkan pandangan nya
memasuki adegan kedua aku sudah tidak tahan lagi. aku memeluk rina dari belakang.
“kamu mau begituan ga sama om?” bisik ku di telinga nya
“jangan om” katanya tapi tidak berusaha untuk melepas tangan ku yang melingkari leher nya. ku cium sekilas tengkuk nya. dia menggeliat
“mau gituan ga sama om? kamu belum penah kan? enak loh”
“tapi…. tapii ahh jangan omm” dia menggeliat berusaha lepas dari pelukan ku. tapi aku sudah tidak peduli lagi. tangan ku segera meremas dada nya. dia hendak memberontak
“tenang2 engga sakit kok.om sudah pengalaman”
tangan kanan ku mulai menyibak rok nya dan menelusuri pangkal paha nya, saat jari2 ku bermain di sekitar memek nya, dia mengerang. seperti birahi nya sudah terangsang. pelan2 badan nya ku rebahkan di ranjang tapi kaki nya tetap menjuntai. mulut ku tak sabar lagi segera mencercah pangkal paha nya yang masih di balur celana warna hitam.
“ahh ahh jangan om” erang nya sambil berusaha merapatkan kedua kaki nya. tapi aku tidak peduli. malah celana dalam nya kemudian ku lepas. aku terpana melihat pemandangan itu. pangkal kenikmatan itu begitu mungil, berwarna merah di tengah dan di hiasi bulu2 lembut di atas nya. klitoris nya juga mungil sekali. tak menunggu lama lagi, bibir ku segera menyerbu memek nya. ku hisap2 dan lidah ku mengobok2 lubang nya yang sempit. rina terus menggeliat sambil mengeluh dan mengerang ke enakkan. bahkan kemudian kaki nya menjepit kepala ku, seolah2 meminta lebih dalam lagi dan lebih keras lagi.
lidah ku pun semakin dalam memasukki memek nya yang mulai basah. 5 menit lebih memek ABG itu ku hajar dengan mulut ku. ku hitung paling tidak dia 2 kali orgasme. lalu aku merangkak naik, kaos nya ku lepas pelan2. kemudian BH nya yang berukuran 32. setelah kuremas2 dada nya yang masih keras beberapa saat itu, ganti mulut ku yang bekerja. menjilat, memilin, dan mencium puting nya yang masih mungil
“ahh”
tangan nya meremas rambut ku menahan kenikmatan yang tidak pernah dia dapat kan sebelum nya dan baru sekarang ini lah dia merasakan nya
“enak kan beginian?” tanya ku sambil menatap wajah nya
“iii iyaa om tapi”
“kamu mau lebih enak lagi ga?”
tanpa menunggu jawab nya aku langsung saja mengatur posisi badan nya. kedua kaki nya ku angkat ke rangjang. sekarang dia terlihat pasrah. titit ku pun sudah tidak sabar lagi mendarat di memek nya. tapi aku harus hati2 karena dia masih perawan sehingga harus abar agar tidak kesakitan. mulut ku kembali bermain2 dengan memek nya. setelah kebasahan nya ku pikir sudah cukup, titit ku yang sudah tegak ku tempelkan ke bibir memek nya. beberapa saat ku gesek2 an sampai rina makin terangsang.
kemudian aku coba masukkan peralahan2 ke celah sempit itu. sedikit demi sedikit ku maju mundurkan sehingga makin masuk ke dalam. butuh waktu 5 menit lebih agar kepala titit ku masuk seluruh nya. nah istirahat sebentar karena dia terlihat menahan nyeri
“kalau sakit bilang ya” kata ku sambil mencium bibir nya. dia mengerang. kurang sedikit lagi aku akan menjebol perawan nya. genjotan kutingkat kan meskit tetap ku usahakan pelan dan lembut. nah sudah ada kemajuan. teher titit ku mulai masuk.
“ahhh sakit oom” rina menjerit tertahan. aku berenti sejenak menunggu memek nya terbiasa dengan titit ku yang berukuran sedang, 1 menit kemudian aku maju lagi. begitu seterus nya selangkah demi selangkah aku maju. sampai akhir nya
“ahhh” dia menjerit lagi. aku merasa titit ku menembus sesuatu. wah aku sudah memperawani dia.
ku liaht ada darah membasahi sprei. aku meremas2 dada nya dan menciumi bibir nya untuk menenangkan. setelah agak tenang aku mulai menggenjot anak itu.
“ahh ahh ahhh” dia mengerang dan melenguh ketika aku mulai turun naik di atas badan nya. genjotan kutingkatkan dan erangan nya pun semakin keras. mendengar itu aku semakin nafsu mengentot gadis itu. berkali2 dia orgasme. tanda nya adalah ketika kaki nya di jepitkan ke pinggang ku dan mulut nya menggigit lengan atau pundak ku
“engga sakit lagi kan? sekarang udah enak kan?”
“ahhh enak banget om”
sebenar nya aku ingin mempraktekkaan berbagai posisi. tapi ku pikir untuk pertama kali tak perlu yang ribet2 dulu. yang penting dia mulai bisa menikmati. lain kali itu masih bisa di lakukan lagi. sekitar 1 jam aku menggoyang badan nya habis2 an sebelum sperma ku membasahi perut nya dan ada nya. betapa nikmat nya bisa mengentot perawan. sungguh beruntung sekali aku.
“gimana? enak kan apa kata om?” tanya ku sambil memeluk badan nya yang lemas setelah sama2 sudah mencapai klimaks.
“tapi takut om”
“engga usah takut, takut apa sih emang?”
“takut hamil om”
aku ketawa
“kan sperma nya om keluarin di luar memek kamu, jadi engga mungkin hamil”
ku elus2 rambut nya dan kuciumi wajah nya, aku tersenyum puas bisa meredakan titit ku
“kalau pengen enak lagi bilang om ya, nanti kita belajar banyak gaya lewat CD”
“kalau ketahuan tante gimana?”
“ya jangan sampai ketahuan dong”
beberapa saat kemudian birahi ku bangkit lagi, kali ini rina ku genjot dalam posisi nungging. dia sudah tidak menjerit lagi. titit ku sudah bebas keluar masuk di iringi erangan dan jeritan nya.
